Kali ini ceritanya rada inggris ya....
Biar penulisnya cepet bisa bhs bule...
Long gone are the days of shopping exclusively in stores and spending only money that's in your wallet. Sure, we've all got Pay Pal accounts these days, and purchasing goods and digital content from pretty much anywhere has never been easier. But the sheer number of mobile devices in consumers' hands magnifies the effect, and Juniper Research has recently released a report on just how big the Mobile Payments space has become.
Mobile Money Goes Mainstream is a whitepaper extract from Mobile Payment Strategies- Opportunities & Markets 2011 – 2015, from Juniper Research. When I was first approached about taking a look at the report, I was a bit underwhelmed in that I thought I was in tune with all things mobile, and that people shopping through their iPhones hardly rises to the level of news. As I dug in on the piece, I realized that I am pretty much a bumpkin on the topic.
Big numbers are meant to impress, so let's get right to the one that matters. Juniper estimates that by 2015, the global mobile payments market will be worth almost $700 million dollars. Given that much of that occurs in increments of somewhere under a dollar to around twenty dollars, it is pretty thought provoking from the perspective of volume of transactions. But what is really fascinating to the uninitiated is the clinical breakdown of payment schemes, and exactly what methods are being used to spend these dollars from mobile devices in various parts of the world, and how money spent is spread across both digital and physical goods and funds transfers. This is where the report packs its punch.
It's not oversimplifying the point to say that phones are supplanting cash in some countries, where "Near Field Communications" amount to the wave of a device that makes money change accounts. Then there are in-app billing mechanisms, my phone talking to yours directly for Person2Person payments, and a handful of other classifications of mobile payment schemes. There are definitely preferred ways of mobile shopping as you travel the world, implications for lower-tech countries, and a lot of food for thought for those looking to make revenue off of the opportunities afforded by new ways of getting customers to part with their money. Those with a stake in the mobile payment realm are likely going to want to give this one a read.
As I ponder the implications after digesting the whitepaper summary, I feel the familiar left brain-right brain conflict kick in- the one that frequently pops up when analyzing current IT trends. In this case, I truly appreciate the innovative, technically progressive ways in which those wanting to can shop for content or material items without needing to fork over dollar bills, pounds, pesos, or yuan. At the same time, when it comes to spending money, ease isn't always a good thing, especially for those who don't manage their finances well to begin with. I fully realize that the genie is out of the bottle on mobile payment. Now hopefully somebody will come up with a "uh, do you really NEED that thing you're thinking about buying just because it's so easy to buy that that thing" app.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
============================================== Flexi ngROOMpi : Ngobrol bareng teman pake flexi ngROOMpi kapan aja, dari mana aja se-Indonesia Rp 49/Menit. Caranya: call *55*nomor-room ( nomor room 1 s/d 9999 ). Flexi Chatting : Buat yg suka Chatting, dapatkan HP Chatting Cuma Rp 299rb bisa YM, GTalk, Flexi Messenger sepuasnya Rp 2000/Mg & akses Facebook / Twitter masing2 Rp 1000/Mg. ============================================== This Email Has been Scanned by Anti Virus ==============================================
3. Tic Tac Toe Free, permainan paling mudah dan paling banyak dimainkan. Pada perangkat Apple anda tidak memerlukan kertas dan pinsil karena semuanya dilakukan dengan jari tangan yang digeser2 pada permukaan layar ipod. source : HSW
Sekarang, para ahli sedang menguji coba sebuah mesin yg bisa menerbangkan satu orang dewasa melesat dgn kecepatan 168 mph. . . .
Bagaimana kisahnya....?
tunggu artikel dan cerita tentang uji cobanya . .
Teknik yang digunakan untuk mengirimkan aliran data dalam kurun waktu yang berbeda‐beda. Data yang dikirim dapat berupa suara, fax dan data, melalui sebuah media tunggal. Setiap DS0 yang terdiri dari 8 bit dikirim dalam kurun waktu yang dipisahkan oleh clock dari sistem tersebut.
TCP/IP berhubungan dengan layer OSI no.4 – layer transpor. TCP berbasis koneksi (connection oriented) , protokol end to end. TCP merupakan sistem yang dapat diandalkan, berurutan (sequence), pengiriman bit yang tidak berulang (unduplicated) kepada remote dari user lokal.
Sebuah spesifikasi komunikasi multimedia yang bersifat real‐time diatas jaringan packet‐switch. SIP bersama‐sama dengan H.323 , bersaing memperoleh populeritas untuk implementasi sofswitch. SIP digunakan bersama dengan Session Description Protocol (SDP), Real‐Time Streaming Protocol (RTSP), dan Session Announcement Protocol (SAP). Protokol SIP menyerupai HTTP. Kesederhanaan SIP memberi peluang yang besar untuk berkembang lebih lanjut.
Perangkat komunikasi yang beroperasi dilingkup jaringan IP layanan ganda (Multi‐Service) dan jaringan telepon konvensional untuk pertukaran signalling messages.
Protokol ini menyediakan ruting tambahan dan fungsi pengaturan transfer message selain pembentukan hubungan melalui signallingpoints
spesifikasi guna mengkontrol pengiriman aliran multimedia melalui RTP
Protokol yang digunakan bersama‐sama dengan RTCP dan UDP sehingga karakteristik paket UDP menjadi real‐time. RTP mendukung rangkaian urutan paket , menyediakan informasi delay, jitter dan sinkronisasi ke port tujuan.
Ukuran kualitas layanan telepon yang ditawarkan ke pelanggan. QoS besaran yang bersifat subyektif, yang nilainya berbeda antara perangkat dan antara provider. Dalam Telepon IP, QoS menjadi faktor penting dan sampai saat ini masih sulit mencapai kualitas sebaik telepon biasa.
line telepon tunggal dengan layanan standar. Layanan ini tidak menyediakan fasilitas nada tunggu (call waiting), lacak (call forwarding),dll.
Metoda yang digunakan untuk menghasilkan aliran data digital pada audio telepon. Prosesnya, suara analog ditapis (filter) kemudian dicuplik (sampling) sebesar 8KHz dan dilakukan proses kuantisasi menjadi sample‐sampel sebesar 8bit. Bit yang direpesentasikan adalah non‐linear, mengikuti aturan Mu‐law (di AS) dan aturan A‐law di kawasan Eropa dan Asia
PCI adalah spesifikasi perangkat keras (hardware) untuk perangkat Interfacing Computer seperti jaringan antar muka, drive hard disk atau media penyimpan. Bus lokal antar muka transfer 32 bit atau 64 bit data lebar pada 33 MHz atau 66 MHz. Kecepatan PCI dapat mencapai 132 MBps, 264MBps atau 536 MBps.
Standar yang dapat mengontrol secara eksternal dan mengatur perangkat komunikasi data beroperasi pada batas dari layanan gandajaringan packet‐switch.
Perangkat komunikasi yang beroperasi dibatas layanan ganda (multi‐service) jaringan IP dan jaringan telekomunikasi untuk pertukaran isi (content) media, dalam hal ini seperti pola suara seperti yang dipakai pada VOIP.
Adalah standarisasi yang dikembangkan ITU dan IETF. ITU (sering diasosiasikan dengan Industri Telekomunikasi) memberi nama standarisasi ini MEGACO. IETF (dapat diasosiasikan dengan industri internet) mengenal protokol ini dengan nama H.248. Standarisasi ini dikembangkan setelah MGCP, dan memiliki kemiripan dengan MGCP.
Teknologi java berbasis API, yang dapat memacu pengembangan produk telekomunikasi dimasa depan serta jenis layanan berbasis Java. JAIN API, memungkinkan jenis layanan lebih dinamis, terpadu serta jaringan akses yang aman guna keperluan telepon dan jaringan data.





